Adapun Karakteristik masing-masing Teori Belajar sebagaimana uraian dibawah ini:
a. Teori Belajar Behavioristik
Teori belajar ini mrupakan perubahan tingkah
laku yang dialami pesdik setelah adanya interaksi antara stimulus yang
diberikan pendidik dan respon yang diberikan pesdik terhadap stimulus tersebut.
Keunggulan: Cocok digunakan ketika sebuah
pengetahuan butuh praktek dan pembiasaan
Kelemahan: pembelajaran merupakan teacer
centered learning.
b. Teori Belajar Kognitif
Teori belajar kognitif merupakan teori yang
mengembangkan fungsi kognitif pesdik sehingga dapat belajar dengan maksimal.
Tugas guru adalah mengembangkan potensi kognitif pesdik.
Keunggulan: mengembangkan potensi kognitif
pesdik, meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah, meningkatkan
semangat pada pesdik.
Kelemahan: pendidik harus mampu memperhatikan
kemampuan setiap pesdik per – individu.
c. Teori Belajar Humanistik
Teori belajar humanistik merupakan proses
pembelajaran yang mendepankan tujuannya untuk memanusiakan manusia dengan
menekankan pada isi dan proses belajar. Menurut teori belajar ini peserta didik
memilijh untuk apa yang ingin dipelajari, berusaha belajar dengan caranya
sendiri dan menilainya sendiri. Peran guru adalah memperhatikan minat dan
kecenderungan belajar pesdik.
Keunggulan: pendidik memahami potensi yang
dimiliki pesdik, pembelajaran yang berlangsung ada rasa saling menghargai, ada
kebebasan berpendapat dan memberikan gagasan.
Kelemahan: teori ini tidak bisa diuji dengan
mudah dan membutuhkan banyak konsep dalam mengetahui/memahami kepribadian
pesdik.
d. Teori Belajar dalam Perspektif Islam
Teori belajar ini berlandaskan pada Al Qur’an
dan sunnah. Yang mana Allah swt telah menjelaskan di dalam Al Quran tentang
teori belajar melalui beberapa ayat. Teori belajar ini mengajarkan kepada
pesdik tentang metode percobaan, peneladanan dan pengulangan.
Keunggulan: membentuk perilaku baik pada
pesdik, berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah
Kelemahan: pendidik harus memberikan teladan
yang baik disetiap waktu, pendidik harus kreatif dalam memberikan metode
percobaan, lalu metode dalam pengulangan yang diberikan kepada pesdik harus
kreatif.
Sumber: Catatan pribadi, Modul Bab 5 dari dosen pak Burhan Nudin.
Komentar
Posting Komentar