Karakteristik Belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku.
Adapun ciri-ciri yang menjadi karakteristik perilaku belajar adalah sebagai berikut:
1. Perubahan intensional
Maksud dari perubahan
intentional adalah peserta didik menyadari akan adanya perubahan yang
dialami atau sertidaknya ia merasakan ada perubahan dalam dirinya, seperti
penambahan pengetahuan, kebiasaan, sikap dan pandangan sesuatu, keterampilan,
dll. Menurut Anderson (1990) yang penting dalam proses pembelajaran adalah cara
mengelola informasi yang diterima peserta didik.
2. Perubahan positif -aktif
Maksud dari perubahan itu positif dan aktif adalah
perubahan tersebut senantiasa merupakan penambahan, yaitu diperolehnya sesuatu yang baru (
seperti pemahaman dan
keterampilan baru) yang lebih baik daripada apa yang telah ada sebelumnya.
3. Perubahan itu efektif dan fungsional
Maksud dari perubahan itu efektif dan fungsional adalah perubahan yang
terjadi membawa makna dan manfaat tertentu serta perubahan itu brelatif menetap
dan jika suatu saat dibutuhkan dapat direproduksi dan dimanfaatkan selain itu perubahan efektif dan fungsional
bersifat dinamis artinya perubahan itu dapat berkembang.
Manifestasi belajar atau perwujudan dari apa yang dipelajari peserta didik
dapat dilihat dari :
1. Kebiasaan, seperti siswa-siswi belajar bahasa berkali-kali menghindari kecenderungan
penggunaan kata atau struktur yang keliru, sehingga akhirnya ia terbiasa dengan
penggunaan bahasa secara baik dan Benar
2. Keterampilan, seperti menulis dan berolahraga yang sifatnya
motorik keterampilan-keterampilan itu memerlukan koordinasi
gerak yang teliti dan kesadaran yang teliti
3. Pengamatan, yakni proses menerima, menafsirkan, dan memberi rangsangan
yang masuk melalui indera-indera secara menyeluruh sehingga
siswa mampu mencapai pengertian secara benar
4. Berpikir asosiatif,
yakni berpikir dengan mengasosiasikan sesuatu dengan lainnya
yang menggunakan
daya ingat
5. Berpikir
rasional dan
kritis, yakni mengungkapkan prinsip-prinsip dan dasar-dasar pengertian
dalam menjawab pertanyaan kritis seperti "bagaimana" (how)
dan "mengapa (why)
6. Sikap, yakni kecenderungan yang relatif menetap
untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang
sesuai dengan pengetahuan dan keyakinan
7. Inhibisi, menghindari hal yang mubazir;
8. Apresiasi, menghargai kekuatan dari
karya bermutu;
9. Tingkah laku afektif, yakni tingkah laku
bersangkutan dengan perasaan takut, marah, sedih, gembira,
kecewa, senang, benci, was-was, dan sebagainya sesuai dengan
pengetahuan dan keyakinan
Ragam Belajar
Adapun macam-macam belajar, yaitu:
1.
Belajar Abstrak: belajar
yang menggunakan cara-cara berpikir abstrak. Tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman dan
pemecahan masalah-masalah yang tidak nyata
2.
Belajar Keterampilan: belajar dengan menggunakan gerakan-gerakan
motorik yakni yang berhubungan dengan uraturat syaraf dan otot - otot
(neuromuscular). Tujuannya adalah memperoleh dan
menguasai keterampilan jasmaniah tertentu.
3.
Belajar Sosial: belajar
memahami masalah-masalah
dan teknik-teknik untuk memecahkan masalah tersebut.
Tujuannya adalah untuk menguasai pemahaman dan kecakapan dalam
memecahkan masalah-masalah sosial seperti masalah
keluarga, masalah persahabatan, masalah kelompok, dan masalah-masalah
lain yang bersifat kemasyarakatan.
4.
Belajar Pemecahan masalah: belajar menggunakan metode-metode ilmiah atau berpikir secara sistematis,
logis, teratur, dan teliti. Tujuannya ialah untuk memperoleh
kemampuan dan kecakapan kognitif untuk memecahkan
masalah secara rasional, lugas, dan tuntas.
5.
Belajar Rasional: belajar dengan menggunakan kemampuan berpikir
secara logis dan rasional (sesuai dengan akal sehat).
Tujuannya ialah untuk memperoleh aneka ragam kecakapan menggunakan
prinsip-prinsip dan konsep-konsep. Dengan belajar rasional,
siswa diharapkan memiliki kemampuan rational problem solving,
yaitu kemampuan memecahkan masalah dengan menggunakan
pertimbangan dan strategi akal sehat, logis, dan sistematis
6.
Belajar Kebiasaan: proses pembentukan
kebiasaankebiasaan baru atau perbaikan kebiasaan - kebiasaan yang telah ada. Tujuannya
agar siswa-siswi memperoleh sikap-sikap dan kebiasaan. kebiasaan baru yang
lebih tepat dan positif dalam arti selaras dengan kebutuhan ruang dan waktu
(kontekstual).
7.
Belajar Apresiasi: belajar mempertimbangkan (judgment) arti
penting atau nilai suatu objek. Tujuannya adalah agar siswasiswi memperoleh
dan mengembangkan kecakapan ranah rasa (affective
skills) yang dalam hal ini kemampuan
menghargai secara tepat terhadap nilai objek tertentu
misalnya apresiasi sastra, apresiasi musik, dan sebagainya.
8.
Belajar Pengetahuan: belajar dengan cara melakukan penyelidikan mendalam terhadap objek pengetahuan tertentu.
Tujuan belajar pengetahuan ialah agar siswa memperoleh atau menambah
informasi dan pemahaman terhadap pengetahuan tertentu yang
biasanya lebih rumit dan memerlukan kiat khusus dalam
mempelajarinya, misalnya dengan menggunakan alat-alat laboratorium
dan penelitian lapangan.
Sumber: Psikologi Belajar Oleh Syarifan Nurjan, M.A. Pembahasan BAB 3
Blog ditulis oleh: Nur Putri Octavia (Nim. 18422121)
Dosen Burhan Nudin
Prodi: Pendidikan Agama Islam
Komentar
Posting Komentar