Langsung ke konten utama

KESULITAN BELAJAR

 1. Siswa yang berkemampuan rata-rata, pada umumnya memiliki kecenderungan mengalami kesulitan dalam belajar, sehingga siswa yang berkemampuan rata-rata tersebut biasanya terabaikan atau kurang mendapat kesempatan yang memadai untuk berkembang sesuai dengan kapasitasnya. Dari sini kemudian timbullah apa yang disebut kesulitan belajar (learning difficulty) yang tidak hanya menimpa siswa berkemampuan rendah, tetapi juga dapat dialami oleh siswa yang berkemampuan sedang atau bahkan berkemapuan tinggi atau cerdas.

Selain itu, kesulitan belajar yang dialami oleh siswa yang berkemampuan rata-rata (normal) disebabkan oleh faktor-faktor tertentu yang menghambat tercapainya kinerja akademik yang sesuai dengan harapan.

2. Jenis-jenis kesulitan belajar merupakan suatu bentuk gangguan dalam satu atau lebih dari faktor pisik dan psikis yang mendasar yang meliputi pemahaman atau penggunaan bahasa, lisan atau tulisan yang dengan sendirinya muncul sebagai kemampuan tidak sempurna untuk mendengarkan, berfikir, berbicara, membaca, menulis, atau membuat perhitungan matematikal, termasuk juga kelemahan motorik ringan, gangguan emosional atau akibat keadaan ekonomi, budaya, atau lingkungan yang tidak menguntungkan .

3. Ditinjau dari aspek psikologi perkembangam kesulitan belajar dapat dipandang sebagai kelambatan kematangan fungsi neurologis tertentu. Menurut pandangan ini, tiap individu memiliki laju perkembangan yang berbeda-beda, baik dalam fungsi motorik, kognitif, maupun afektif. Oleh karena itu, anak yang memperlihatkan gejala kesulitan belajar tidak selayaknya dipandang sebagai memiliki disfungsi neurologis tetapi sebagai perbedaan laju perkembangan berbagai fungsi tersebut. Para penganjur pandangan keterlambatan kematangan berhipotesis bahwa anak berkesulitan belajar tidak terlalu berbeda dari anak yang tidak berkesulitan belajar, dan kelambatan kematangan keterampilan tertentu dipandang sebagai bersifat sementara. Konsep keterlambatan kematangan keterampilan pada suatu pandangan bahwa banyak kesulitan belajar tercipta karena anak didorong atau dipaksa oleh lingkungan sosial untuk mencapai kinerja akademik (academic performance)sebelum mereka siap untuk itu.

4. Dalam merancang pembelajaran, tahapan belajar anak merupakan konsep yang sangat penting untuk dipahami dan diperhatikan oleh guru. Guru tidak dapat mengharapkan anak belajar secara sempurna pada awal anak diperkenalkan pada suatu bidang baru. Bagi anak berkesulitan belajar diperlukan usaha yang lebih banyak dari guru untuk membantu mereka melalui tahapantahapan belajar bila dibandingkan dengan anak yang tidak berkesulitan belajar. Dan juga guru membadingkan kesulitan belajar yang terjadi pada siswa dan siswi atas dasar perbedaan gender dan sosial lainnya.



SumberPsikologi Belajar Oleh Syarifan Nurjan, M.A. 

Blog ditulis oleh: Nur Putri Octavia (Nim. 18422121)

Dosen Burhan Nudin

Prodi: Pendidikan Agama Islam


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Belajar

 Adapun Karakteristik masing-masing Teori Belajar sebagaimana uraian dibawah ini: a.        Teori Belajar Behavioristik Teori belajar ini mrupakan perubahan tingkah laku yang dialami pesdik setelah adanya interaksi antara stimulus yang diberikan pendidik dan respon yang diberikan pesdik terhadap stimulus tersebut. Keunggulan: Cocok digunakan ketika sebuah pengetahuan butuh praktek dan pembiasaan Kelemahan: pembelajaran merupakan teacer centered learning. b.       Teori Belajar Kognitif Teori belajar kognitif merupakan teori yang mengembangkan fungsi kognitif pesdik sehingga dapat belajar dengan maksimal. Tugas guru adalah mengembangkan potensi kognitif pesdik. Keunggulan: mengembangkan potensi kognitif pesdik, meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah, meningkatkan semangat pada pesdik. Kelemahan: pendidik harus mampu memperhatikan kemampuan setiap pesdik per – individu. c.     ...

Motivasi Belajar

Motivasi berasal dari kata motiv yang memiliki arti "dorongan", "kemauan", alasan". Pengertian dari kata "motivasi" adalah sebuah dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu. Nah, ketika berada pada konteks motivasi dalam belajar memiliki makna keseluruhan dorongan atau sesuatu yang menggerakkan pada diri peerta didik yang menimbulkan, memastikan keberlangsungan, dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai.  Komponen di dalam Motivasi ada kebutuhan, tujuan, tingkah. Sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar di bawah ini. Penjelasan: 1. Kebutuhan Kebutuhan merupakan "sesuatu" yang dibutuhkan seorang individu atau kelompok. Kebutuhan dibagi lagi oleh Maslow menjadi : a. kebutuhan fisiologis: kebutuhan yang harus dipuaskan agar tetap hidup. b. kebutuhan perasaan aman: kebutuhan untuk merasakan mendapat perlindungan dari bahaya. c. kebutuhan sosial dalam cinta memiliki dan dimiliki: kebutuhan yang d...

Hakikat Psikologi Belajar

  Pengertian Psikologi Secara Epistemologi Psyche dari bahasa Yunani yang berarti JIWA dan Logos  yang berarti ILMU PENGETAHUAN. Pengertian Psikologi Secara Ontologi Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa termasuk gejala-gejala, proses dan latar belakangnya. Sedangkan, Belajar adalah suatu AKTIVITAS SADAR yang dilakukan secara terstruktur untuk mengasah aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Dapat disimpulkan bahwa Psikologi belajar adalah ilmu pengetahuan yang berusaha mempelajari dan menganalisis prinsip-prinsip perilaku manusia dalam proses belajar dan pembelajaran. Bruno membagi pengertian psikologi menjadi tiga bagian, yaitu: a.     Psikologi yang mempelajari tentang jiwa/roh b.     Psikologi yang mempelajari tentang kehidupan mental c.     Psikologi yang mempelajari tentang perubahan tingkah laku Sebelumnya disebutkan bahwa psikologi ialah ilmu yang mempelajari gejala-gejala jiwa, maka ge...